Pertanyaan:

hallo.. saya bercerita, saya merasa sulit untuk dekat dengan orang lain, tapi semenjak 3 tahun ini saya merasa lebih sulit lagi, lebih susah untuk mencari teman.. kadang saya iri pada orang lain yang bisa cèpat akrab dan dekat dengan orang lain ataupun orang baru, saya selalu merasa tidak percaya diri, bahkan untuk bertemu dengan orang tua pacar ketakutan saya lebih meningkat, umur saya sudah 29tahun, setiap berpacaran saya merasa selalu takut apabila ketemu dengan orang tua pacar, sehingga saya memutuskan untuk mengahiri hubungan, saya takut saya mengalami avoidant personality disorder, bagaimana cara mengatasinya?

Jawaban:

Hallo selamat malam,

Mohon maaf kami baru sempat membalas konsultasi dari anda.

Sebelum menjawab konsultasinya kami ucapkan terima kasih banyak atas kepercayaan anda menceritakan masalah yang anda alami pada kami.

Sayang sekali anda tidak menyebutkan nama atau inisial, karena itu akan saya panggil dengan sebutan A saja ya. Saya ikut perihatian dengan apa yang A alami, tentu tidak nyaman jika setiap saat dihantui oleh rasa takut untuk dekat dengan orang lain. Rasa takut untuk menjalin relasi sosial biasanya disebabkan oleh berbagai hal, umumnya rasa takut tersebut dipicu oleh perasaan tidak percaya diri atau harga diri rendah, sepertinya dari tulisan di atas kamu sudah menyadari akan sumber dari rasa takut tersebut.

Karena sumber rasa takut tersebut adalah ketidakpercayaan diri maka kita akan membahas mengenai kepercayaan diri atau self confidance. Kepercayaan diri dapat didefinisikan sebagai sikap seseorang dalam menilai diri, menyadari kelebihan dan kekurangan serta mampu menerima kekurangan yang dimiliki sehingga dapat mengatasi berbagai situasi dengan tenang. Menurut para Ahli perkembangan kepercayaan diri dibentuk oleh berbagai faktor seperti, pola asuh, kondisi fisik, lingkungan (teman sebaya), dan pola pikir. Pola asuh orang tua yang jarang memberikan kesempatan pada anak untuk mengeksplore kemampuan dan kurangnya penghargaan dari orang tua kerap kali dapat membentuk karakter anak yang ragu-ragu, kurang berani dalam bertindak sehingga terbentuk kepercayaan diri rendah. Kondisi fisik, kondisi fisik yang terbatas misalnya cacat fisik cenderung dapat menimbulkan perasaan inferior sehingga menjadi kurang percaya diri di lingkungan. Faktor lingkungan atau teman sebaya, lingkungan yang kurang mendukung atau kesan negatif dari teman-teman, seperti pernah mengalami bully juga ikut berperan serta dalam konsep diri negatif. Lalu kecenderungan untuk berpikir negative mengenai diri sendiri.

Faktor tersebut dapat berkontribusi dalam perkembangan kepercayaan diri. Nah, lalu bagaimana caranya untuk meningkatkan kepercayaan diri. Ada beberapa hal yang dapat A lakukan, antara lain:

  1. Berpikir positif

Jangan biarkan pikiran negatif terus menerus membayangi A, jika pikiran negatif muncul segera bantah dengan pikiran positif. Sebisa mungkin lakukan setiap kali pikiran negatif muncul.

  • Lakukan Afirmasi

Sisipkan kata-kata positif dalam setiap hari yang A lalui, misalnya ucapkan “saya orang yang penuh percaya diri”, “saya dapat berbicara dengan tegas” dan lain-lain. Lakukan afirmasi rutin setiap hari untuk membentuk rasa percaya diri.

  • Beraktifitas dan raih prestasi

Biasanya pikiran negatif akan muncul ketika individu tidak melakukan aktifitas apa pun, oleh sebab itu lakukan berbagai aktifitas di waktu luang atau bersosialisasi dan jangan lupa juga untuk menghargai sekecil apa pun kegiatan yang sudah kamu lakukan. Dengan melakukan hal tersebut dapat membentuk rasa percaya diri yang positif.

A boleh melakukan berbagai tips yang sudah saya sampaikan di atas, namun jika sudah melakukan dan rasa takut serta ketidakpercayaan diri semakin mengganggu, saya sarankan A dapat menemui psikolog secara langsung untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Demikianlah jawaban dari saya, semoga jawaban dan tips yang saya berikan dapat bermanfaat bagi A.

Salam Hangat,

Psikologi Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *