Menjalin Hubungan Tanpa Status

Menjalin Hubungan Tanpa Status

Nama : Diana

Pertanyaan:

Saat ini saya sedang memiliki hubungan tanpa status dengan seorang pria selama setahun. Selama setahun ini saya pernah melakukan petting, fingering, dan kissing dengannya. Kami mengakui bahwa hasrat seksual kami besar dan kami tidak dapat menahannya. Pria ini adalah pria pertama yang membuat saya nyaman, sedangkan dia telah melakukan hubungan seksual secara intim pada beberapa wanita sebelum bertemu dengan saya. Saya memiliki ketakutan apakah saya beresiko terkena IMS, apakah saya baik untuk melanjutkan hubungan dengannya, apakah saya akan menikah dengannya, dan apakah saya harus membuka aib pada masing-masing orang tua kami? Pemikiran pemikiran negative kerap muncul pada diri saya selama setahun ini. Tidak pernah menjalani hubungan seperti ini sebelumnya membuat saya pernah menarik diri dari pergaulan sosial. Saat ini saya masih berhubungan baik dengannya, masih saling mensupport, tidak mencari pasangan lain, dan membayang kan masa depan bersama. Sejujurnya saya ingin melanjutkan hubungan serius dengannya sebab saya melihat ada perubahan yang lebih baik dengannya selama menjalani hubungan dengan saya. Namun, saya berasal dari latar belakang keluarga jawa dan islam, sehingga saya memikirkan akan dosa dan bibit bebet bobot nya kelak. Sudah setahun ini saya memikirkan hal ini terus menerus hingga saya menjadi overthinking, pemarah, dan kurang fokus dalam beraktivitas. saya mohon bantuannya untuk menemukan solusi atas permasalahan saya ini, trimakasih banyak.

 

Jawaban:

Selamat siang Diana,

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena telah mempercayakan permasalahan anda dan menghubungi Psikologi Online.

Menjalin hubungan tanpa status sebenarnya adalah hal yang beresiko karena tidak ada komitmen dalam hubungan tersebut, salah satu pihak bisa saja meninggalkan pihak yang lainnya atau dengan mudah berpaling ke yang lain karena tidak adanya komitmen yang mengikat, tentu hal ini akan memberikan kerugian terutama bila gaya pacaran atau kedekatan sudah tidak sehat atau mengarah pada perilaku seksual. Gaya pacaran yang tidak sehat akan memberikan beban psikis, Pertama, sebagai orang yang beriman kita paham bahwa pacaran adalah perbuatan yang dilarang agama apalagi perilaku seksual sebelum menikah, biasanya pelaku akan mengalami kecemasan moralitas, dimana terjadi rasa khawatir atau cemas karena telah melakukan tindakan yang bertentangan dengan kata hatinya atau nilai-nilai moral. Kecemasan ini bisa muncul secara tiba-tiba dan membuat yang bersangkutan merasa bersalah. Umumnya ketika cemas, individu menjadi tidak fokus, bingung, marah, kesal, dan tidak nyaman.  Nah bila kita lihat lagi, sepertinya dari cerita Diana, kamu mulai mengalami kecemasan moralitas karena melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan hati nurani kamu.
Kedua, bertentangan dengan budaya. Kita hidup dalam budaya timur, dimana perempuan dituntut untuk bersikap sopan, santut baik tutur kata maupun tindak tanduknya, sehingga gaya pacaran atau kedekatan yang tidak sehat biasanya dianggap sebagai perilaku yang tidak sesuai budaya hal ini tentu akan memberikan pengaruh pada cara pandang masyarakat terhadap nilai diri kita, masyarakat akan menganggap diri kita rendah dan pelaku pun akan merasa berjarak dari lingkungan karena melakukan hal yang tidak sesuai norma perilaku normal di masyarakat sehingga muncul perasaan kesenjangan diri dengan lingkungan sosial. Kondisi ini bisa mempengaruhi rasa percaya diri dan penarikan diri pelaku untuk bersosialisasi di lingkungan.
Ketiga, perilaku seksual yang tidak tepat tentu dapat memberikan peluang tertularnya penyakit seksual atau infeksi menular seksual(IMS) selain HIV karena HIV hanya akan tertular jika terjadi pertukaran cairan atau darah dengan penderita. Ketika melakukan petting, kissing, dan fingering terjadi sentuhan kulit sehingga berbagai bakteri dapat berpindah ke tubuh anda, apalagi teman dekat kamu sering berganti-ganti pasangan maka semakin besar resiko untuk tertular IMS karena kondisi kesehatan dan kebersihan pasangan tidak diketahui apakah ia bebas dari penyakit tertentu.
Diana yang baik, jika kita telaah lagi berbagai resiko yang muncul baik karena gaya pacaran yang tidak sehat maupun menjalin hubungan tanpa status sepertinya banyak dampak negatifnya, iya kan? oleh sebab itu akan lebih baik bila Diana mulai menjalin hubungan yang sehat.

Sebenarnya perilaku kissing, peeting dan fingering adalah awal dari aktifitas seksual, biasanya individu yang memiliki kebutuhan seksual tinggi akan merasa frustasi ketika kebutuhannya tersebut tidak terpenuhi, sehingga mereka akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan seksualnya, oleh sebab itu perlu usaha ekstra apabila Diana ingin mengubah perilaku teman kamu tersebut, dan yang penting ia pun memiliki niat untuk menekan kebutuhan seksualnya, karena apabila hanya Diana yang memiliki tekad tentu ia akan sulit untuk berubah. Jika ingin tetap melanjutkan hubungan dengan dia, Diana perlu menimbang faktor kemungkinan terburuk yang akan terjadi keesokan hari dari perilakunya saat ini karena perilaku sekarang bisa menjadi indikator perilaku seseorang dikemudian hari, walaupun tidak menutup kemungkinan ia bisa berubah menjadi lebih baik asalkan ada tekat dan usaha yang kuat.

Semoga jawaban saya dapat membantu

Salam Hangat,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *