Pertanyaan:

Nama/Inisial: K

Usia: 27 Tahun

Domisili: Surabaya

Assalamu’alaikum
Saya seorang wanita single parent dan punya satu anak laki2 masih balita.Saya mengalami banyak perubahan dalam hidup saya terutama setelah banyak kejadian/peristiwa yang membuat saya trauma di masa lalu.Saya sekarang merasa sering berubah keinginan, terus saya sering bicara sendiri kadang didalam hati atau bicara ketika beraktivitas.Saya gampang menangis karena sensitif ketika orang menyindir atau menyinggung saya, saya tidak bisa sabar jadi saya langsung balas omongan orang yang menyakiti hati saya sebagai pembelaan.Saya juga suka sekali dengan tidur sampai tetangga bully saya dan tidak suka dengan saya yang banyak tidurnya.Saya suka menunda waktu dan malas mandi.Entah kadang saya tidak bisa mengendalikan diri saya ketika marah dan emosi juga kadang aktivitas saya sehari hari terganggu dengan kemalasan saya dan ketidakmampuan saya untuk “bangkit” menjalankan kewajiban seperti sholat atau aktivitas lainnya seperti mandi nyuci dll.Saya sering sedih sendiri ketika saya teringat kejadian yang buruk dan merasa kasihan pada diri saya sendiri.Saya sering marah dan membantah orang tua setelah perceraian karena saya menikah karena paksaan dari ibu saya juga dengan kondisi kesehatan yang buruk serta belum siap fisik dan mental.Ketika masa perceraian saya mendapat banyak bullyan dan sikap yang buruk dari keluarga dan lingkungan sekitar.Saya jadi menyalahkan kondisi saya kepada ibu saya.Saat itu saya depresi berat dan tidak keluar rumah lama, cuma 1 bulan 1-3 kali hanya untuk belanja kebutuhan anak di mall.Sampai sekarang saya jadi anti sosial dan tidak mau keluar rumah walaupun dalam hati ingin terkena sinar matahari pagi tapi saya takut dengan apa kata orang.Tetangga saya setiap hari selalu buat masalah dengan kata katanya yang mulai menyindir dan menyinggung saya, saya jadi stress dan kadang tidak mau makan malah sering ngomel ngomel dan marah karna tidak terima dengan kata katanya.Saya mengalami kesulitan mengendalikan diri tapi saya masih bisa berfikir logis dan membuat saran terhadap diri sendiri serta mencari jalan keluar dari masalah saya sendiri.Saya merasa harusnya saya dari dulu tidak tinggal di kampung ini, karena selain pengarai orang disini banyak yang kurang baik juga disini banyak kejadian yang membuat saya trauma.Saya berinisiatif untuk ke pondok pesantren juga karena saya ingin bisa sembuh secara mental dan fisik saya.Saya ingin fokus dengan diri saya sendiri, saya rasa menyenangkan kalau saya punya waktu belajar sendiri tapi sayang keluarga saya tidak mengerti dan tidak kasihan dengan saya.Saya pernah merasa seperti orang gila ketika ayah saya meninggal dunia, saya depresi dan benar benar berubah sikap saya 180 derajat, saya sangat pendiam setiap hari diam sedih dan nangis, lalu menyalahkan diri sendiri kalau saya membunuh ayah saya padahal itu semua karena kakak saya yang menyalahkan jadinya saya yang sangat sedih ditinggal ayah tercinta, ketika disalahkan seperti itu ke saya, saya jadi down dan sering menyalahkan dan menyakiti setiap kesalahan sekecil apapun jadi besar sampai saya pernah hampir bunuh diri.Ketika saya depresi saya sering berpikir untuk mati saja, seakan kesalahan saya tidak bisa dimaafkan sekecil apapun itu.Saya sering merasa bersalah sendiri.Maaf kalau curhatannya terlalu panjang.Kira kira saya punya penyakit psikologis apa ya? Lalu bagaimana jalan keluar dari masalah saya dalam hal ini apakah saya butuh perawatan atau butuh obat obatan khusus atau pindah tempat tinggal ? Mohon bantuan saran.Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih

Jawaban:

Walaikumsalam, WrWb

Selamat malam Mbak K yang selalu berbahagia dimana pun berada

Terima kasih banyak sudah mempercayakan permasalahan Mbak K ke Psikologi Online. Saya turut simpati dengan peristiwa yang dialami oleh anda pertama peristiwa meninggalnya ayahanda dan kedua perceraian dengan suami, saya paham tidak mudah untuk menerima kehilangan orang yang dicintai apalagi orang tua sendiri. Jika K masih merasa sedih dan menyalahkan diri sendiri atas meninggalnya ayahanda, ini menunjukan K masih dalam tahap anger atau kemarahan, ditahap ini seseorang akan menyalahkan dirinya sendiri maupun orang lain atas meninggalnya seseorang. Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel mengenai dukacita di https://psikologionline.com/2018/02/28/masih-merasa-sedih-setelah-ditinggal-bertahun-bartahun-wajarkah/
Rasa dukacita adalah kejadian yang unik, rasa dukacita dapat dialami oleh individu dalam waktu yang berbeda-beda, dalam jangka waktu bulanan maupun tahunan. Meskipun jangka waktu dukacita lama, lantas bukan menjadi alasan untuk larut dalam kesedihan, sudah saatnya kamu bangun, hal ini memang tidak mudah karena ketika berduka memang diri kita akan diliputi rasa sedih, kecewa dan marah emosi negatif tersebut membuat diri kita merasa tidak berharga, tidak berdaya dan lemas sehingga kita enggan untuk melakukan berbagai aktifitas sehari-hari. Namun dengan usaha dan niat yang kuat akan membantu mengatasi rasa sedih tersebut, Salah satunya bisa adalah mencari dukungan sosial dan mendekatkan diri pada Tuhan, dengan mendekatkan diri perlahan kita akan paham bahawa kematian adalah fitrah setiap manusia dan tidak ada yang bisa menyebabkan kematian kecuali atas kehendak Allah, begitupula kondisi pernikahan K yang mengalami perceraian karena jodoh dan maut adalah kuasa Allah. Lalu mencari dukungan sosial bisa dengan menjalin kembali relasi sosial dengan teman-teman atau melakukan berbagai aktifitas yang menarik bagi kamu. Coba kamu evaluasi aktifitas apa saja yang sudah kamu tingggalkan selama ini? sudah saatnya kamu berlahan mencoba kembali melakukan berbagai aktifitas tersebut.
Jika K ingin pergi ke pesantren ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan, pertama apakah menurut K hal ini akan mengatasi masalah kamu? lalu bagaimana dengan putra kamu jika K memilih untuk pergi ke pesantren? Jika ia dititipkan dengan ibu di rumah, apakah tidak akan menimbulkan masalah yang baru lagi? Sebaiknya K membuat keputusan dengan bijak dengan melibatkan atau berdiskusi dengan keluarga terutama yang berhubungan dengan anak anda.
Hal mungkin yang bisa K lakukan adalah mencari pekerjaan, dengan bekerja K akan memiliki keuangan yang mandiri sehingga K bisa merencanakan kehidupan ke depan akan seperti apa, misalnya menyewa rumah, membuka tabungan, dll. Berhubungan dengan pendapat K mengenai tetangga yang tidak suka dan sering menyakiti hati kamu, ada beberapa hal yang perlu saya tanyakan terkait hal tersebut. Pertama,apakah itu dilakukan oleh semua orang dilingkungan kamu? Kedua, apakah semua orang tidak ada yang menyukai kamu? Ketiga, apakah kamu benar-benar mendengar dan melihat mereka tidak suka dengan kamu? Silahkan K bisa menjawab dan melakukan refleksi dari pertanyaan saya tadi. Perlu K ketahui bahwa ketika sedang sedih otomatis pikiran dan persepsi kita mengenai lingkungan akan menjadi negatif, hal ini lah yang kadang membuat seseorang mengambil kesimpulan yang keliru karena memiliki persepsi yang buruk terhadap orang lain atau lingkungan. Semakin kamu khawatir dan memikirkan hal tersebut maka akan semakin besar pula pikiran negatif kamu terhadap lingkungan.

Mungkin beberap tips ini bisa membantu kamu untuk menghadapi kesedihanmu:
1. Mulai melakukan aktifitas. Mulailah melakukan berbagai aktifitas maupun olahraga, seperti melakukan kegiatan fisik yang ringan, contohnya menyapu, memasak dan mebereskan rumah lakukan secara konsisten setiap hari dan bila ada waktu senggangng bisa mencoba olahraga dengan berjalan santai di luar rumah, tidak perlu terlalu lama cukup 10-15 menit per hari.
2. Jalin relasi sosial. Bangun kembali relasi sosial dengan teman-teman kamu dahulu, bisa dengan sms, menelpon dan bertemu dengan mereka. Intinya jalin kembali persahabatan kamu dengan temann-teman
3. Menulis. Nah, K bisa mencoba menuliskan semua pikiran dan perasaan kamu selama ini, dibandingkan dengan hanya memikirkannya saja atau berbicara sendiri akan jauh lebih baik bila dituliskan karena dengan menulis akan membantu melihat permasalahan dari sisi yang berbeda. Lakukan aktifitas menulis setidaknya 5 menit untuk meluapkan emosimu dan usahakan keesoknya baca kembali apa yang telah kamu tulis tersebut. Menulis bisa dilakukan setiap kali kamu merasa sedih  atau saat tidak nyaman.
4. Rekreasi. Kamu bisa melakukan aktifitas menyenangkan yang disukai, bisa dengan mengajak anak maupun keluargamu yang lain. Kegiatan rekreasi ini juga dapat mendepatkan kembali hubungan kekeluargaan kalian

SIlahkan K coba beberapa tips di atas, namun bila K merasa semakin buruk jangan ragu untuk mendatangi layanan profesional di wilayah kamu. Semoga jawaban saya bisa membantu meringankan masalah kamu ya.

Salam hangat

Psikologi Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *