Trauma Pelecehan Seksual

Tanya Jawab

Nama : Ny. Fitri
Selamat pagi. Saya pernah mengalami pelecehan seksual yang terjadi selama beberapa tahun. Hal tsb dilakukan oleh keluarga sendiri. Kejadiannya sekitar 25 tahun lalu. Namun hingga saat ini, saya tidak bisa melupakannya sama sekali. Padahal saya kini sudah berkeluarga dengan nyaman dan pelaku telah wafat. Apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus hipnoterapi? Mohon bantuannya. Terimakasih.
JAWABAN:
Selamat malam Ny Fitri.
Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan anda kepada Psikologi Online.
Saya turut prihatian atas kejadian yang pernah menimpa anda, memang tidak mudah untuk melupakan kejadian yang kurang menyenangkan. Bisa dikatakan anda masih mengalami gejala traumatic, peristiwa traumatic terjadi secara tiba-tiba tidak diharapkan dan mengancam kehidupan seseorang. Individu yang mengalami traumatic akan merasakan beberapa hal berikut:
1. Mengalami kembali kejadian traumatik, baik teringat kembali kejadian tersebut dan mengalami mimpi buruk tentang hal tersebut, kondisi ini dapat menyebabkan penderitaan emosional
2. Penghindaran stimuli yang diasosiasikan dengan kejadian terkait atau mati rasa dalam responsivitas, individu cenderung menghindari berbagai kondisi,tempat yang dapat mengingatkan pada kejadian tersebut atau mengalami amnesia terhadap kejadian tersebut
3. Mengalami ketegangan atau cemas, seperti sulit tidur, sulit konsentrasi atau waspada berlebihan, dll
Gejala di atas adalah respon pertahanan diri yang dibentuk oleh tubuh atau diri kita untuk tetap bertahan dari kerusakan atau rasa khawatir. Sebagian orang mungkin akan bisa bangkit dan mengatasinya namun tidak jarang beberapa orang membutuhkan waktu untuk mengatasi pengalaman traumatic. Yang perlu digaris bawahi adalah mengatasi dengan memaafkan atau mengampuni bukan melupakan, mungkin kejadian itu tidak akan pernah terlupakan namun kejadian tersebut sebaiknya termaafkan, karena dengan memaafkan walaupun kita ingat kembali kejadian tersebut kita tidak akan mengalami gejolak emosi lagi. Memang tidak mudah untuk memaafkan, oleh karena itu Fitri bisa mencoba terlebih dahulu menyalurkan emosi yang mungkin belum pernah diungkapkan ke pelaku, Fitri bisa membayangkan sedang berhadap atau berbicara dengan pelaku lalu ungkapkan semua emosi yang Fitri pendam atau rasakan selama ini. Katakan “saya marah dengan sikap kamu”, “saya tidak terima dengan perilaku kamu”, dll. Ungkapkan semua yang menurut Fitri perlu diungkapkan, katakan sampai Fitri merasa lega dan puas. Jangan lupa diakhir, Fitri ungkapakan penerimaan maaf dari kamu, bahwa kamu telah memaafkan dan mengampuni pelaku. ┬áSemoga dengan teknik sederhana ini Fitri bisa merasa jauh lebih baik. Perlu diingat juga, memaafkan membutuhkan proses, mungkin dalam proses memaafkan nanti tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, jangan menyerah ya.
Apabila dengan tips ini tidak membuahkan hasil dan Fitri masih merasa terganggu dengan kondisi saat ini, mungkin Fitri bisa mendatangi Psikolog langsung untuk tindakan lebih lanjut.
 Salam Hangat