Rendah diri setelah mengalami tindak asusila

Artikel

Pertanyaan

Dok saya mau minta solusinya, adik saya umur 18th dia korban tindak asusila. Sekarang selalu membandingkankan dirinya dengan teman2nya dan merasa rendah diri terkadang menyalahkan diri sendiri dan takut akan masa depan yang belum terjadi. Bagaimana cara membangun semangat hidupnya dok? Terimakasih.

Jawaban:

Selamat Sore,

Terima kasih banyak telah mempercayakan permasalahan anda ke Psikologi Online

Karena anda tidak memperkenalkan diri jadi saya akan memanggil anda dengan inisial B saja ya.

Saya sangat mengapresiasi kepedulian B terhadap adiknya, tidak banyak orang yang peduli dengan kondisi saudaranya terutama kondisi kesehatan mental. Perlu B ketahui peristiwa tindak asusila bisa menjadi peristiwa traumatis bagi korban karena peristiwa tersebut bukanlah peristiwa yang diharapkan, terjadi secara tiba-tiba dan mengancam kehidupan seseorang sehingga menimbulkan shock luar biasa bagi yang mengalami. Peristiwa traumatis apalagi tindak asusila dapat menimbulkan berbagai  dampak seperti, merasa ketakutan, panik, sedih, marah, menyalahkan diri sendiri dan bahkan sebagian orang kadang merasa “kotor” . Apa yang saat ini sedang dialami oleh adik B kemungkinan karena dampak tindak asusila yang pernah ia alami. Sebagai orang terdekatnya ada beberapa hal yag mungkin bisa B lakukan untuk memberikan dukungan pada adik, seperti:

  1. Dengarkan

Coba dengarkan keluhan adik tanpa melakukan penilaian. Jika ia cerita silahkan dengarkan tanpa perlu menghakimi atau pun memberikan penilaian. Kadang individu yang mengalami peristiwa traumatis hanya perlu didengarkan dan diterima.

  • Beri dukungan

Selalu beri dukungan dan penguatan positif pada adik, dorong ia untuk melakukan berbagai aktifitas dirumah atau diluar rumah untuk mengalihkan pikiran negatifnya.

  • Lihat

Perhatikan kondisi adik, jika kondisi mental adik menunjukan penurunan seperti lebih sering menangis dari biasanya,  muncul ide untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri, sebaiknya segera dibawa ke petugas kesehatan atau psikolog untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut

Tindak asusila merupakan peristiwa yang menimbulkan gunjangan hebat bagi korbannya. Jika dibutuhkan ada baiknya jika adik B dibawa menemui tenaga professional untuk penanganan lebih lanjut.

Terima kasih

Salam Hangat,

Psikologi Online

Tidak Percaya Diri

Artikel, Tanya Jawab

Pertanyaan:

hallo.. saya bercerita, saya merasa sulit untuk dekat dengan orang lain, tapi semenjak 3 tahun ini saya merasa lebih sulit lagi, lebih susah untuk mencari teman.. kadang saya iri pada orang lain yang bisa cèpat akrab dan dekat dengan orang lain ataupun orang baru, saya selalu merasa tidak percaya diri, bahkan untuk bertemu dengan orang tua pacar ketakutan saya lebih meningkat, umur saya sudah 29tahun, setiap berpacaran saya merasa selalu takut apabila ketemu dengan orang tua pacar, sehingga saya memutuskan untuk mengahiri hubungan, saya takut saya mengalami avoidant personality disorder, bagaimana cara mengatasinya?

Jawaban:

Hallo selamat malam,

Mohon maaf kami baru sempat membalas konsultasi dari anda.

Sebelum menjawab konsultasinya kami ucapkan terima kasih banyak atas kepercayaan anda menceritakan masalah yang anda alami pada kami.

Sayang sekali anda tidak menyebutkan nama atau inisial, karena itu akan saya panggil dengan sebutan A saja ya. Saya ikut perihatian dengan apa yang A alami, tentu tidak nyaman jika setiap saat dihantui oleh rasa takut untuk dekat dengan orang lain. Rasa takut untuk menjalin relasi sosial biasanya disebabkan oleh berbagai hal, umumnya rasa takut tersebut dipicu oleh perasaan tidak percaya diri atau harga diri rendah, sepertinya dari tulisan di atas kamu sudah menyadari akan sumber dari rasa takut tersebut.

Karena sumber rasa takut tersebut adalah ketidakpercayaan diri maka kita akan membahas mengenai kepercayaan diri atau self confidance. Kepercayaan diri dapat didefinisikan sebagai sikap seseorang dalam menilai diri, menyadari kelebihan dan kekurangan serta mampu menerima kekurangan yang dimiliki sehingga dapat mengatasi berbagai situasi dengan tenang. Menurut para Ahli perkembangan kepercayaan diri dibentuk oleh berbagai faktor seperti, pola asuh, kondisi fisik, lingkungan (teman sebaya), dan pola pikir. Pola asuh orang tua yang jarang memberikan kesempatan pada anak untuk mengeksplore kemampuan dan kurangnya penghargaan dari orang tua kerap kali dapat membentuk karakter anak yang ragu-ragu, kurang berani dalam bertindak sehingga terbentuk kepercayaan diri rendah. Kondisi fisik, kondisi fisik yang terbatas misalnya cacat fisik cenderung dapat menimbulkan perasaan inferior sehingga menjadi kurang percaya diri di lingkungan. Faktor lingkungan atau teman sebaya, lingkungan yang kurang mendukung atau kesan negatif dari teman-teman, seperti pernah mengalami bully juga ikut berperan serta dalam konsep diri negatif. Lalu kecenderungan untuk berpikir negative mengenai diri sendiri.

Faktor tersebut dapat berkontribusi dalam perkembangan kepercayaan diri. Nah, lalu bagaimana caranya untuk meningkatkan kepercayaan diri. Ada beberapa hal yang dapat A lakukan, antara lain:

  1. Berpikir positif

Jangan biarkan pikiran negatif terus menerus membayangi A, jika pikiran negatif muncul segera bantah dengan pikiran positif. Sebisa mungkin lakukan setiap kali pikiran negatif muncul.

  • Lakukan Afirmasi

Sisipkan kata-kata positif dalam setiap hari yang A lalui, misalnya ucapkan “saya orang yang penuh percaya diri”, “saya dapat berbicara dengan tegas” dan lain-lain. Lakukan afirmasi rutin setiap hari untuk membentuk rasa percaya diri.

  • Beraktifitas dan raih prestasi

Biasanya pikiran negatif akan muncul ketika individu tidak melakukan aktifitas apa pun, oleh sebab itu lakukan berbagai aktifitas di waktu luang atau bersosialisasi dan jangan lupa juga untuk menghargai sekecil apa pun kegiatan yang sudah kamu lakukan. Dengan melakukan hal tersebut dapat membentuk rasa percaya diri yang positif.

A boleh melakukan berbagai tips yang sudah saya sampaikan di atas, namun jika sudah melakukan dan rasa takut serta ketidakpercayaan diri semakin mengganggu, saya sarankan A dapat menemui psikolog secara langsung untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Demikianlah jawaban dari saya, semoga jawaban dan tips yang saya berikan dapat bermanfaat bagi A.

Salam Hangat,

Psikologi Online

Masih Merasa Sedih Setelah Ditinggal Bertahun-Bertahun, Wajarkah?

Artikel

Another Blank Sign – this time a final one… a gravestone

Merasa sedih setelah mengalami kehilangan atau ditinggalkan oleh orang terdekat untuk selama-lamanya adalah hal yang wajar, dukacita merupakan respon alami yang diberikan setelah seseorang mengalami kehilangan. Namun setelah sekian lama ternyata dukacita tak kunjung reda juga, sebagian orang mungkin akan bertanya-tanya apakah hal ini wajar atau jangan-jangan mengalami stress pasca kehilangan ? untuk dapat menjawabnya kita perlu memahami proses dukacita. Dukacita adalah pengalaman yang dialami oleh seseorang yang kehilangan orang yang dikasihi karena meninggal dunia. Pengalaman ini akan dialami dalam bentuk reaksi emosi, fisik dan kognitif. Reaksi emosi seperti sedih, marah, kecewa, lelah, sepi dan shock. Reaksi fisik antara lain, mulut menjadi kering, otot-otot menjadi lemas, sesak di dada dan kerongkongan terasa tercekat. Sedangkan reaksi kognitif antara lain, bingung, mengalami halusinasi, dan tidak bisa fokus.  Menurut Kubler Ross individu yang mengalami dukacita akan melewati tahap berikut:

1. Denial atau penyangkalan, tahap ini biasanya merupakan reaksi pertama kali ketika mengalami kehilangan orang yang dicintai. Denial muncul dalam bentuk tidak percaya atau mengingkari bahwa kehilangan atau kematian telah terjadi.
2. Anger atau kemarahan, individu menolak dan merasa marah atas kehilangan yang terjadi, tidak jarang sebagian menyalahkan lingkungan eksternal yang berpeluang untuk disalahkan seperti staff medis maupun orang lain dan ada juga yang justru menyalahkan diri sendiri atas kematian yang terjadi.
3. Bargaining atau tawar menawar, di tahap ini individu melakukan tawar menawar dengan Tuhan melalui doa-doa atau harapan orang yang meninggal dunia tersebut dapat diberikan kesempatan untuk hidup kembali.
4. Depression, pada tahap keempat individu akan merasa sedih yang mendalam, terus menangis, dan menarik diri dari lingkungan. Sebagian individu pada fase ini mungkin bisa melakukan intropeksi atau refleksi diri atas kejadian yang menimpanya namun bila tidak mampu melewati fase ini maka berpeluang untuk mengalami depresi yang lebih serius dikemudian hari.
5. Acceptance atau penerimaan, ditahap ini individu sudah mulai berdamai dan
menerima kenyataan-kenyataan yang terjadi, individu mulai memahami dan menerima peristiwa yang ia alami.

Kelima tahapan berduka yang dikemukan di atas tidak harus berurutan dan tidak harus semuanya dialami oleh orang yang sedang berduka, bisa saja seseorang hanya mengalami satu tahapan atau dua tahap. Durasi yang dibutuhkan seseorang untuk melawati tahap dukacita pun berbeda-beda, proses dukacita sesuatu yang unik karena tidak memiliki rentang waktu yang pasti kapan seseorang selesai melewatinya. Sehingga kita tidak bisa menghakimi seseorang mengalami stress pasca kematian karena ia masih terlihat sedih walaupun telah ditinggal oleh orang yang ia cintai bertahun-tahun lamanya apalagi jika semakin dekat hubungan dengan orang yang telah meninggalkankannya maka akan semakin lama proses untuk melewati masa dukacita, selain itu durasi dukacita pun dipengaruhi oleh proses kematian dan usia, apabila kematian terjadi secara mendadak atau bahkan terlibatnya individu lain dalam kematian (seperti bunuh diri atau korban kejahatan, kecelakaan, dll) serta usia yang ditinggalkan relatif muda maka berpeluang untuk mengalami dukacita yang semakin lama. Yang perlu diwaspadai adalah gangguan atau efek dari dukacita tersebut, jika dukacita malah memberikan pengaruh negatif seperti menjadi sakit secara fisik, kondisi tubuh menurun dan kehilangan minat terhadap lingkungan luar maka kondisi ini bisa menjadi indikasi adanya masalah patologis dan perlu ditangani.

Lalu bagaimana agar individu tidak berlarut-larut dalam dukacita ? proses dukacita adalah proses yang tidak bisa dipaksakan artinya kita tidak bisa memaksa seseorang untuk dengan cepat melewati dukacita, setiap individu membutuhkan waktu berbeda-beda untuk melewatinya. Salah satu yang bisa membantu seseorang melewati dukacita dengan baik adalah tersedianya dukungan sosial, dukungan sosial yang ada dapat memberikan rasa diterima, diperhatikan, dan dicintai oleh orang lain. Dukungan sosial bisa dalam bentuk mengucapkan belasungkawa, datang ke acara pemakaman, membantu proses pemakaman dan berkunjung kerumah yang sedang berduka setelah beberapa hari kematian. Umumnya individu hanya hadir saat proses pemakaman atau ketika acara kematian namun sebenarnya yang juga sangat dibutuhkan adalah kepedulian mereka setelah beberapa hari proses pemakaman karena pada saat itu orang yang ditinggalkan akan merasakan kesepian dan sedang berusaha menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi dalam kehidupannya sehingga kehadiran dukungan sosial akan membantu mereka untuk mengatasi rasa sepi dan menguatkan mereka untuk beradaptasi terhadap perubahan. Selain dukungan sosial tentu faktor dalam diri individu juga perlu dilakukan, berikut hal yang dapat dilakukan untuk memberikan semangat baru pasca kematian:

  1.  Berikan waktu untuk bersedih, berikan waktu pada diri sendiri untuk bersedih dan meluapkan emosi yang dialami. Namun jangan lupa untuk memberikan batasan waktu pada diri sendiri kapan saatnya untuk bangkit kembali, setelah rasa sedih “puas” diungkapkan langkah berikutnya adalah membuka diri terhadap lingkungan.
  2. Bangun relasi sosial, mulailah untuk membangun kembali relasi sosial dengan lingkungan, jalin kembali relasi dengan mulai untuk berkumpul dengan teman-teman, melakukan berbagai aktifitas sehari-hari dan ngobrol dengan orang lain baik mengenai perasaan kamu maupun mengenai hal-hal yang ringan.
  3. Manjakan diri, kamu pun bisa memanjakan diri dengan melakukan berbagai aktifitas yang menyenangkan. Dengan melakukan berbagai aktifitas yang menyenangkan dapat membangkitkan kembali semangat dan rasa senang dalam diri.
  4. Dekatkan diri pada tuhan, ini hal yang cukup penting karena dengan mendekatkan diri pada Tuhan akan membantu kita melihat peristiwa dengan lebih bijak dan dari perspektif berbeda.

Peran Psikolog Dalam Dunia Medis

Artikel

Psikolog adalah profesi baru di Indonesia dibandingkan dengan profesi lainnya sehingga hampir sebagian besar masyarakat masih asing dengan psikolog, bahkan penyebutan psikolog pun kadang kurang tepat. Dalam kata psikologi/psikolog harusnya huruf  “p” dibaca dengan tidak terdengar sehingga penyebutanya cukup “sikolog”. Ini hanya sebagian kecil bentuk ketidak tahuan masyarakat mengenai dunia psikologi. Bentuk ketidaktahuan lainnya adalah mengenai ruang lingkup kerja psikolog, mungkin sebagian orang hanya mengenal psikolog sebagai pemberi psikotes atau menangani kasus-kasus perkembangan anak, namun sebenarnya cakupan kerja psikolog tidak hanya terbatas psikotes dan anak, khususnya pada dunia medis.

Dalam dunia medis Psikolog dibutuhkan untuk menangani masalah-masalah psikologis yang tidak bisa diselesaikan secara medis. Masalah-masalah psikologis cukup beragam, mulai dari masalah perilaku, penyesuaian diri, gangguan khawatir berlebihan, stress dan somatoform. Umumnya dalam medis masalah yang berhubungan dengan somatoform cukup banyak, individu yang mengeluhkan suatu penyakit namun secara medis tidak terbukti disebut dengan somatoform, biasanya individu ini mengalami masalah-masalah psikologis yang kadang tidak ia sadari.

Pasien yang didiagnosa mengalami sakit kronis dan membutuhkan pengobatan jangka panjang, tentu akan membuat pasien tersebut shock, sedih, dan mungkin marah. Apabila kondisi psikologisnya tidak segera ikut ditangani maka dapat menimbulkan stress yang lambat laun akan memperburuk kondisi pasien. Adapula gangguan panik atau cemas, ketika pasien mengalami panik ia akan memberikan respon fisik misalnya berupa sesak napas, tentu kondisi ini membahayakan pasien. Oleh sebab itu  masalah panik tersebut perlu dibereskan  karena menjadi inti masalah dan penyebab sesak napas. Gangguan panik termasuk salah satu masalah psikologis yang umumnya berhubungan dengan pola pikir.

Kesehatan psikis dan kesehatan fisik menjadi hal yang saling berkesinambungan, apabila masalah psikis tidak ditangani dengan baik maka kemungkina besar akan membuat individu mengalami kembali sakit fisik. Masalah-masalah psikologis dapat memicu gangguan kesehatan, hampir sebagian besar gangguan kesehatan disebabkan karena masalah psikologis yang tidak terselesaikan. Namun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan hal tersebut masih cenderung rendah.

Redakan Stress Dengan Relaksasi

Artikel

Stress adalah kondisi psikologis yang membuat seseorang merasa tidak nyaman serta memberikan pengaruh menurunnya produktifitas dan merasa tertekan secara psikologis. Kondisi yang menyebabkan stress disebut dengan stressor, Stressor masing-masing individu berbeda satu sama lain, artinya kondisi tertentu belum tentu menjadi penyebab stress bagi individu yang lain, hal ini karena sangat tergantung dengan persepsi dan kemampuan individu dalam menghadai stress. Namun berdasarkan hasil penelitian masyarakat kota rentan mengalami stress dibandingkan masyarakat yang hidup dipedesaan. Ada banyak permasalahan di kota yang membuat masyarakatnya rentan alami stress, kondisi lingkungan kota seperti, kemacetan yang setiap hari terjadi, polusi udara, kebisingan, jam kerja overtime dan tata kota yang kurang nyaman memberikan kontribusi terhadap stress yang dialami individu.

Langkah terbaik untuk mengurangi stress adalah dengan menghadapinya dan meningkatkan kemampuan individu dalam mengatasi stress. Lalu apa saja yang dapat kita lakukan untuk mengatasi stress, sebenarnya banyak hal-hal sederhana yang bisa kita hadapi seperti istirahat  dari rutinitas, tidak ada salahnya anda mengambil cuti beberapa hari untuk rehat sejenak atau pergi berwisata untuk meningkatkan kembai energi anda. Dan yang cukup sederhana dan bisa kapan saja anda lakukan adalah relaksasi.

Relakasi dapat dilakukan melalui fokus terhadap pernapasan dan fokus terhadap peregangan otot. Relaksasi pernapasan menitikberatkan pada aktifitas bernapas yang dalam dan tenang, secara perlahan anda menghirup udara melalui hidung sambil meregangkan diafragma perut sehingga perut tampak membesar, tahan napas beberapa detik lalu berlahan hembuskan napas dari mulut secara berlahan-lahan, ulangi teknik pernapasan ini beberapa kali dalam 10 – 15 menit. Selanjutnya teknik peregangan otot memusatkan pada otot-otot yang tegang dan kaku, anda dapat mengecek otot tubuh yang tegang dan berlahan-lahan melemaskannya, atau anda dapat dengan sengaja menegangkan otot tubuh, seperti menggenggam dengan erat kedua tangan atau membuat kaki kaku, lalu berlahan-lahan lemasan otot-otot tersebut, lakukan hal serupa pada anggota tubuh anda yang lainnya, sampai anda merasa tubuh anda nyaman.

Relaksasi dapat anda lakukan kapan saja dan dimana saja saat ingin tidur ataupun ketika anda sedang istirahat kerja, relaksasi adalah teknik mengatasi stress yang sederhana namun efektif. Ketika relaksasi maka sistem saraf tubuh bekerja sesuai dengan fungsinya, dalam kondisi rileks yang bekerja adalah sistem saraf parasimpatis sehingga mengurangi ketegangan dan kecemasan.

 

Find Us

Artikel

Halo dear silahkan temukan kami di media sosial ya, yukk follow instagram kami untuk mendapatkan informasi yang berguna mengenai dunia psikologi

instagram: psikologi_online

email : psikologionline1@gmail.com

Pentingkah Curhat ???

Artikel

Mencurahkan perasaan mungkin adalah kegiatan yang umumnya sering dilakukan terutama oleh kaum wanita, alasan yang mendasari orang untuk curhat adalah merasa lega ketika mengungkapkan keluh kesah. Namun apakah benar curhat mampu memberikan efek seperti itu? Ternyata dari penelitian yang pernah dilakukan di University of Southern California mengungkapkan seseorang yang terlalu memendam perasaan memiliki tingkat stress yang cukup tinggi dibandingkan  dengan mereka yang terbuka terhadap permasalahannya. Oleh sebab itu menceritakan permasalahan kepada orang lain adalah salah satu bentuk terapi yang dapat mengeluarkan emosi emosi negatif dari pikiran kita, emosi negatif yang hanya disimpan saja lambat laun akan menumpuk dan akan memberikan efek seperti bom waktu, kita hanya tinggal menunggu saja waktunya muntahan emosi tersebut keluar. Tidak hanya itu emosi negatif yang terus disimpan akan menggerogoti jiwa kita, memberikan energi negatif dan tanpa disadari akan mempengaruhi fungsi fisik diri kita.

Melalui curhat, individu menemukan celah untuk mengeluarkan emosi dan pikiran negatif, segala hal yang terlihat suram  dan menyakitkan lambat laun dengan bercerita akan membantu otak untuk mengevaluasi dan restrukturisasi permasalahan, sehingga muncul persepsi atau sudut pandang baru terhaap permasalahan yang tadinya terlihat rumit akan nampak lebih mudah untuk diatasi. Nah mulai sekarang tidak ada salahnya ya untuk mencurahkan perasaan kalian dibandingkan hanya memendamnya, namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum curhat, pastikan kamu curhat dengan orang yang tepat, carilah baik itu sahabatmu, keluarga atau profesional, pastikan mereka tidak akan memberikan judge negatif dan mampu menjaga rahasiamu.