Tips Bagi Yang Pertama Kali Merantau

Tanya Jawab

Dari : I

Pertanyaan:

saya sekarang duduk di bangku kelas 1 SMA yg baru beradaptasi dengan sekolah baru dan jauh dari rumah dan mengharuskan untuk ngekost. Dan jujur saya ga bisa jauh dari orang tua dan rumah jadi berat banget. Apakah itu bisa berpengaruh dengan belajar saya di sekolah dan bagaimana solusinya? Terimakasih sebelumnya🙏🏻

 

Jawaban:

Dear I

Terima kasih sudah menghubungi dan mempercayakan permasalahan icha ke kami.
Saya bisa memahami bagaimana kekhawatiran icha yang tinggal jauh dari keluarga, apalagi ini adalah hal yang baru untuk I. Umumnya seseorang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru, mungkin ada kekhawatiran, takut atau sedih karena jauh dari keluarga dan dituntut untuk mandiri, tentu ini adalah hal yang normal sekali. Waktu yang dibutuhkan individu untuk beradaptasi biasanya berlangsung dalam waktu tiga bulan, apabila dalam waktu tiga bulan tersebut dirasa tidak ada perubahan atau malah muncul kekhawatiran yang lebih besar lagi maka sebaiknya icha mendatangi tenaga kesehatan seperti psikolog untuk penanganan lebih lanjut.
I yang baik, mungkin icha belum siap untuk berpisah dengan orang tua, sehingga banyak pikiran negatif yang membayangi I. Namun icha perlu meyakinkan diri bahwa apa yang icha lakukan saat ini adalah untuk masa depan kamu kelak. Untuk mengusir rasa rindu kamu dengan keluarga mu, kamu bisa menggunakan teknologi untuk menghubungi mereka, bukankah sekarang banyak teknologi yang bisa digunakan seperti video call dll. Belajar untuk mengembangkan relasi sosial dan bangun relasi sosial yang luas dengan teman teman agar kamu memiliki banyak teman dan usahakan isi waktu luang dengan melakukan berbagai kegiatan positif, bisa dengan mengikuti ekstrakulikuler atau ikut kursus.
Semoga jawabannya bisa membantu kamu ya.

Salam hangat.

Psikologi online

Dikucilkan Dalam Perkuliahan

Tanya Jawab

Pertanyaan:

Nama : Dyan

Saya adl mahasiswa magister, kuliah saya sudah berjalan skitar 1 tahun. Ketika saya masih semester 1 saya pernah mengalami kejadian tdk menyenangkan di kelas. Saat itu saya sedang presentasi, dan tanggapan dosen saya membuat saya cukup malu di hadapan teman-teman sekelas saya. Selanjutnya pada presentasi ke dua kali, saya di beri tanggapan bahkan lebih parah. Kata-kata yg dosen saya gunakan memang halus, namun saya merasa kepribadian saya dijatuhkan di depan kelas dan di lihat oleh semua yg hadir saat itu. Awalnya saya hanya merasa tindakan yg dilakukan dosen saya itu menyakitkan, namun seiring berjalan waktu saya merasa kehilangan percaya diri dan semangat saya dalam mengerjakan tugas kuliah. Ditambah lagi dengan lingkungan pertemanan saya setelah itu membuat saya merasa dikucilkan. Saya merasa sering diabaikan ketika berbicara, tidak dianggap sebagai masukkan atau dipertimbangkan dalam diskusi. Saya sempat curhat dengan teman sebaya saya, mungkin perbedaan kultur yg membuat saya susah begini. Saya anggap pernyataan teman sebaya saya itu sebagai masukkan untuk lebih baik dalam beradaptasi, ya karena memang saya kuliah di luar pulau asal saya. Hal itu cukup menenangkan saya selama beberapa waktu. Kejadian berikutnya membuat saya smakin yakin bahwa saya di tolak di lingkungan kelas saya, saya pernah mengajukan diri untuk ikut dalam sebuah diskusi kelompok dan ditolak dengan alasan yg masih masuk akal yaitu beda “pokok bahasan”. Saya terima alasan itu. Namun pada hari H diskusi saya malah menemukan dalam diskusi itu ada anggota yg tidak termasuk dalam kelompok “pokok bahasan” yg sama. Saya masih diam dengan hal itu. Saya mencoba berfikir positif. Saya meredam kesal saya yg seolah merasa diabaikan dan dikucilkan. Selanjutnya hal yg sama, ketika ada tugas yg susah dan saya baru tahu bahwa 50% anggota kelas belajar bersama sementara saya bahkan tidak tau. Kalau memang alasan mereka tidak mengajak saya karena saya tidak menanyakan atau mengajukan diri untuk ikut belajar bersama, bagaimana saya tau jika bahkan tidak ada yg memberitahu. Jika memang berniat baik pasti sekedar mengabari akan belajar bersama terlepas saya mau ataupun tidak. Saya sungguh kesal pada saat ini. Mereka bahkan tidak peduli sama sekali pada saya meskipun sudah tahu bahwa saya bukan anak yg pintar dan memerlukan teman diskusi untuk belajar. Jujur saya lelah menghadapi lingkungan seperti ini ketika saya merasa paling bodoh dan dikucilkan. Mohon tanggapannya terimakasih

Jawaban:

Dear Diyan,

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena sudah mempercayakan permasalahan anda ke Psikologi Online. Saya paham bagaimana perasaan anda merasa diabaikan oleh lingkungan, pasti sedih dan jengkel sekali rasanya apalagi jika usaha dalam membuat tugas dan pendapat kita kurang dihargai oleh dosen maupun teman yang lain.
Perlakuan-perlakuan negatif dari lingkungan memang akhirnya dapat memberikan dampak negatif terhadap bagaimana kita menilai diri sendiri, semakin kita menilai diri kita negatif atau buruk maka perilaku kita pun akan ikut menunjukan bahwa kita memang tidak mampu untuk berperilaku positif. Oleh karena itu jangan biarkan hal itu terjadi, jadikan pendapat atau penilain orang lain terhadap kamu sebagai kritikan yang membangun. Artinya kamu bisa belajar untuk lebih baik dari keritikan mereka, contohnya dosen yang mengkritik presentasi, coba kamu cari tahu apa yang membuat ia mengeluarkan kritikan tersebut.  Dalam presentasi ada dua hal yang menjadi dasar utamanya, pertama isi materi dan kedua cara penyampaian materi. Mungkin saja presentasi kamu yang kurang lengkap atau kamu kurang menguasai materi dan masih banyak kemungkinan yang lain, dengan kamu mengetahui sumbernya, coba kamu perbaiki kekurangan tersebut. Selain isi materi mungkin yang harus juga diperhatikan dalam presentasi adalah kemampuan micro skill, seperti cara berbicara lantang atau terbata-bata, ekspresi wajah menampilkan percaya diri atau takut, menjalin kontak mata dengan pendengar atau tidak. Micro skill bisa Diyan latih dengan belajar presentasi di cermin, amati apa yang kurang dan perlu ditingkatkan. Serta hal yang perlu diperhatikan terkait diskusi, mungkin Diyan sebelum menyampaikan pendapat bisa terlebih dahulu memperbanyak bahan diskusi dengan membaca buku maupun artikel yang berkaitan dengan topik pembahasan.
Dalam perkuliahan memang cukup penting untuk membangun relasi sosial, tidak ada salahnya kan bila Diyan yang terlebih dahulu menanyakan pada teman-teman mengenai belajar kelompok? Jika Diyan merasa tidak dekat dengan teman-teman satu kelas, mungkin Diyan bisa belajar untuk menjalin relasi yang lebih dekat dan terbuka dengan mereka, bisa dicoba dengan ikut gabung dengan mereka ketika sedang mengobrol atau setelah jam perkuliahan. Ketika teman-teman sudah merasa dekat dengan kamu, biasanya mereka akan lebih terbuka dalam menyampaikan informasi.
Diyan yang baik, memang tidak semua individu terlahir dengan intelektual yang superior namun bukan berarti individu yang memiliki intelektual standar tidak bisa sukses. Terlalu dini bila kita mengatakan kita tidak pandai, karena intelektual tidak melulu pandai dalam bidang akademis karena ada banyak jenis intelektual. Dan yang perlu Dyan ketahui bahwa kesuksesan maupun berhasilan datang dari kerja keras, kemampuan yang terus menerus diasah akan menghasilkan individu yang unggul. Seperti otak manusia yang terus menerus diisi dengan berbagai informasi, pengetahuan, dan keterampilan tentu akan menghasilkan individu yang pandai. usahakan untuk mengisi waktu luang dengan sesekali belajar atau membaca buku. Semoga Diyan tidak patah semangat ya dalam kuliah dan mengejar cita-citanya, tunjukan pada lingkungan bahwa kamu bisa dan berikan penghargaan yang positif pada diri kamu, yakinkan dan katakan pada dirimu bahwa “saya mampu untuk belajar dan memahami berbagai informasi” atau “saya bisa presentasi dengan baik” dll.
Semoga jawaban saya dapat membantu Diyan dalam menghadapi permasalahan saat ini, dan jangan lupa untuk selalu berdoa dan minta bantuan pada Tuhan.
Salam Hangat,