Nama : Lina

Pertanyaan:

Selamat pagi ..
Maaf saya ingin sedikit konsultasi dan meminta pendapat anda.
Jadi begini ibu saya amat sangat posesive setiap saya mau maen keluar saya selalu di marahin.
Saya kan juga bosan kalau suruh berdiam diri di rumah.
Apa saya gak boleh maen.
Sampai” saya oulang kerja harus tepat waktu sampai rumah dan padahal saya terkadang pulang kerja mau makan sebentar di luar sekitar 1 jam.  Itu pun saya masih kena marah. Kemudian saya pernah bertanya apa yang di inginkan ibu saya. Dan setelah di jawab ibu saya ingin kalau saya tidak bileh kemana mana di rumah saja. Otomatis saya juga bosan kecuali kalau keluarga sering liburan pasti saya tidak akan bosan. Keluarga saya pun tidak pernah pergi berlibur bersama pernah pun hanya satu kali dua kali. Saya bingung harus bagaimana. Jujur saya amat sangat tertekan. Saya juga sudah besar saya juga punya tanggung jawab.
Saya mohon minta solusi nya

Terima kasih

Jawaban:

Salam Bahagia Lina,
Saya dapat memahami bagaimana perasaan Lina saat ini, merasa bosan dan merasa terikat karena tidak bebas untuk bergerak keluar sesuai keinginan Lina.
Tindakan Lina menanyakan perihal keinginan ibu adalah perilaku yg tepat, akan tetapi akan lebih tepat lagi bila Lina mananyakan alasan dibalik semua perilaku ibu yang melarang untuk keluar. Tentunya ada alasan mendasar yang melatarbelakangi perilaku seseorang, keinginan ibu agar Lina tidak main keluar adalah salah satu bentuk manifestasi dari alasan mendasar yg belum kita ketahui. Apakah karena rasa khawatir terhadap Lina atau karena hal lain?
Yang perlu Lina lakukan selain mencari tahu alasan mendasar tersebut, adalah intropeksi diri. Apakah dulu lina pernah membuat orang tua khawatir atau ada kesalahan-kesalahan yg pernah Lina lakukan hingga membuat orang tua possesive? Ataukah orang tua Lina mengalami trauma yang berhubungan dengan perilaku keluar rumah. Yang perlu digaris bawahi disini adalah apabila penyebab kekhawatiran orang tua karena trauma, artinya trauma tersebut bisa terjadi karena mengalaminya sendiri atau karena mendengarkan atau melihat orang lain yg mengalami kejadian tidak mengenakan, karena sekarang sangat banyak sekali media yang menginformasikan penculikan dan kekerasan terhadap anak. Tentunya apabila terpapar setiap hari tanpa filter mental terhadap berita berita tersebut maka bukan tidak mungkin orang tua akan mengalami kecemasan serta kekhawatiran yg berlebihan terhadap anak apabila berada diluar rumah tanpa pengawasan dari mereka
Tips yang mungkin bisa lina lakukan selain diatas, coba Lina untuk mengkomunikasikan baik baik kepada orang tua, berikan mereka pengertian dan jelaskan akan tugas-tugas dan tanggung jawab Lina di kantor bila mengharuskan untuk lembur atau pulang telat sebaiknya Lina menginformasikan kepada orang tua diawal waktu.   Dan jangan lupa untuk selalu memberikan kabar ke keluarga apabila Lina pulang terlambat.
Selain itu Lina juga mungkin sesekali bisa mengundang teman-teman ke rumah untuk sekedar berkunjung atau kumpul bersama dan jangan lupa kenalkan mereka ke keluarga, hal ini agar keluarga kamu mengenal teman teman kamu selama ini sehingga rasa khawatir mereka berkurang.
Jika Lina merasa quality time dengan keluarga kurang, tidak ada salahnya bila Lina duluan yg membangun quality time, seperti mengajak mereka atau sesekali mentraktir mereka makan diluar. Namun quality time tidak harus didapatkan dengan pergi keluar bersama, quality time dengan keluarga juga bisa didapatkan di rumah, baik ketika sedang makan & menonton tv bersama, ketika melakukan kegiatan tersebut Lina bisa bercanda dengan keluarga atau mengobrol, mulailah dengan hal-hal yang ringan bertahap sampai ke hal-hal yang serius, sehingga lambat laun Lina akan merasa dekat dengan keluarga
Semoga membantu dan bermanfaat.
Salam Hangat,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *