Pertanyaan:

Dari : Ayu

Saya mempunyai masalah Sejak saya smp saya punya kebiasaan mengambil barang milik orang walaupun saya dapat membelinya, karena saya disitu merasa senang apalagi jika tidak ketahuan walaupun barang itu akhirnya tidak digunakan. Sudah sekitar 8 tahun lamanya saya begitu namun saat saya didekat orang tua saya menahan mati”an agar orang tua saya tak malu, dulu saya pernah mau dibawa ke psikiater namun saya menolank dengan ngamuk dan menangis. Saat ini saya kuliah jauh dari orang tua saya mulai terbiasa lagi seperti itu dan pada hari ini saya kedapatan mencuri oleh petugas namun saya dapat berdamai tanpa ikut campur orang tua saya. Saya tidak merasa bersalah namun saya menangis karena saya takut jika orang tua saya tau dan jika mereka melaporkan saya ke institusi saya dan saya takut saya akan dikeluarkan karena saya sudah mahasisiwa tingkat akhir dan saya takut itu akan membuat kecewa orang tua saya. Saat ini saya sangat sangat merasa takut ketahuan institusi saya karena hanya 4 bulan lagi saya lulus dan saya tidak ingin dapat masalah, saya sangat ketakutan jika teman-teman saya menjauhi saya. Apa yang harus saya lakukan? Saya tidak bisa bercerita pd orang karena mereka pasti membenci saya. Tolong bantu saya. Terimakasih

Jawaban

Terima kasih telah berbagi cerita dengan Psikolog Online, saya bisa memahami bagaimana perasaan khawatir dan ketakutan ayu apabila kebiasaan ayu diketahui oleh teman-teman, dilain sisi ayu ingin menghilangkan kebiasaan tersebut namun disisi lain ayu tidak kuasa menahan dorongan untuk mengambil barang milik orang lain. Dari cerita ayu diatas kemungkinan besar ayu mengalami kleptomania, kleptomania merupakan gangguan ketidakmampuan mengendalikan implus, dalam DSM kleptomania yang dicirikan dengan 1) kegagalan dalam mengendalikan dorongan untuk mengambil suatu benda, dimana benda tersebut kadang tidak digunakan untuk kepentingan pribadi dan kurang memiliki nilai ekonomi. 2) Mengalami ketegangan/kecemasan sebelum mengambil benda. 3) Merasa nyaman dan puas setelah melakukan pencurian. 4) Perilaku mencuri bukan ekspressi dari rasa marah dan balas dendam. Namun ayu tidak perlu khawatir karena sebenarnya perilaku ini bisa diatasi asalkan ada kemauan untuk berubah, pemahaman yang cukup mengenai kleptomania, dan mengenali kebutuhan diri ayu sendiri.

Ada banyak penyebab Kleptomania namun secara garis besar dapat disebabkan  karena rendahnya kontrol diri. Terdapat dua aspek yang mempengaruhi perkembangan kontrol diri, yaitu aspek internal (usia dan kematangan) dan eksternal (meliputi lingkungan keluarga).  Kontrol diri dibentuk pertama kali dalam lingkungan keluarga, kontrol diri telah dibentuk sejak masa bayi dan mulai terlihat jelas ketika menginjak usia 3 tahun saat anak mulai menolak atau mengemukakan keinginan ke orang tua. Apabila lingkungan keluarga tidak mendukung terbentuknya kontrol diri yang baik, misalnya pola asuh yang otoriter, orang tua terlalu membatasi kemauan anak atau pola asuhpermissive dimana orang tua terlalu membebaskan anak sehingga anak bertingkah laku semaunya tanpa batasan-batasan maka hal tersebut akan mempengaruhi ketidak mampuan mengendalikan keinginan atau dorongan anak, jika tidak diberikan aturan dan batasan yang jelas mengenai perilaku maka besar kemungkinan kontrol diri anak akan rendah. Psikoterapi yang diberikan pada penderita kleptomania akan sangat bervariasi dan tergantung dengan penyebab utamanya. Namun langkah awal yang bisa ayu coba adalah mengenali diri sendiri, bisa dengan melakukan meditasi dan apabila rasa tegang (tidak nyaman) muncul yang mendorong untuk mengambil benda maka segera fokuskan pada nafas, atur nafas secara berlahan, tahan nafas beberapa detik dan hembuskan berlahan, ulangi pernapasan dalam ini beberapa kali sampai rasa tegangan berkurang, apabila rasa tegang sudah berkurang, ayu boleh pergi dari lingkungan atau menghindari benda yang ingin ayu ambil, untuk menghindari muncul kembali ketegangan tersebut jangan lupa setelahnya salurkanlah dorongan tersebut pada kegiatan yang positif, seperti olahraga atau melakukan aktifitas lain yang bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *